Padang, 30 Desember 2025 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan tinggi. Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama Universitas Diponegoro (Undip) secara resmi melepas Tim Pengabdian Tanggap Bencana sebagai bentuk kolaborasi antarperguruan tinggi dalam penanganan pascabencana banjir bandang di Sumatera Barat.
Pelepasan tim dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, dan dilepas langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, Ph.D., didampingi Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Padang, Ir. Ihsan Lumasa Rimra, S.ST., M.Sc., DECN., serta perwakilan dosen dari Universitas Diponegoro.
Kolaborasi PNP dan Undip ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan masyarakat di masa darurat, sekaligus memperkuat sinergi lintas institusi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Tim gabungan akan menuju langsung ke wilayah terdampak bencana untuk menyalurkan hibah berupa alat filtrasi air sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air siap minum bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran tim pengabdian ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperluas dampak kemanfaatan keilmuan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Padang menegaskan bahwa sinergi antara PNP dan Undip merupakan bentuk komitmen bersama perguruan tinggi untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang berdampak langsung.
Melalui kegiatan pengabdian tanggap bencana ini, Politeknik Negeri Padang dan Universitas Diponegoro berharap dapat berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.




























