PNP Terapkan Service Excellence untuk Pasien Covid-19 di Tengah Meningkatnya Peminat Seleksi Mandiri

 

 

PNP News. Belasan orang peserta Ujian Masuk Berbasis Komputer (UMBK) Seleksi Mandiri Politeknik Negeri Padang-LL-Dikti X terpaksa meninggalkan ruang ujian dan mengambil alat pelindung diri (APD) ke Sekretariat Ujian karena kedapatan tidak membawa APD dari rumah.

 

Meskipun ujian hari pertama yang diikuti oleh 200-an orang peserta dari 2006 peminat tersebut terlihat menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di Semen Padang Hospital (SPH) pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dengan suka cita menerima 1 unit peralatan UMBK dari Direktur Politeknik Negeri Padang untuk menjalani seleksi yang sama.

 

 

 

 

 

Kebijakan PNP memberikan pelayanan prima ( service excellence) kepada pemuda yang telah 1 bulan dirawat di SPH bahkan telah 7 kali melakukan tes swab ini menuai penghargaan dari Asosiasi Pemasaran Indonesia yang lebih dikenal sebagai Indonesia Marketing Association (IMA) kepada PNP. Organisasi IMA dikenal fokus pada aktifitas pengembangan pemasaran sebagai profesi dan punya perhatian terhadap pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia.

 

 

 

Presiden IMA Chapter Padang, Darmawi, bahkan mengklaim, di tengah Covid-19 ini, baru Politeknik Negeri Padang yang konsisten memotivasi penderita Covid-19 menggunakan haknya untuk bersaing mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, di tengah isolasi yang ia jalani.

Kebijakan ini menunjukkan keprofesionalan perguruan tinggi vokasi ini dalam memenuhi standar kualitas dan kepuasan pelanggan. “Sangat bagus dan kita harapkan dapat dicontoh oleh pimpinan perguruan tinggi lainnya,” ujar Darmawi terkesan dan hari itu juga menyerahkan sertifikat penghargaan.

Meskipun demikian Darmawi mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan  kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. “Covid-19 hanya bisa dikurangi dan dihentikan jika masyarakat disiplin. Jika kita disiplin memakai masker, menerapkan physical distancing, dan pola hidup bersih dan sehat serta menyikapi semua imbauan pemerintah, insyaallah mata rantai wabah ini bisa diputus, tegasnya.

 

Hilangkan “Dikotomi” Negeri dan Swasta

Di sisi lain, Kepala LL-Dikti Wilayah X, Prof. Herri, SE, MBA, mengatakan, seleksi mandiri kerjasama PNP dengan 15 perguruan tinggi swasta di lingkungan LL-Dikti Wilayah X tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas input peminat perguruan tinggi swasta. Kerjasama tersebut menurutnya sejalan dengan konsep pemerintah untuk menghilangkan “dikotomi” antara perguruan tinggi negeri dengan perguruan tinggi swasta.

“Tugas kita sebagai pengelola perguruan tinggi adalah bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Siapapun yang menamatkan perguruan tinggi, diharapkan kualitasnya sama dan bisa bersaing secara nasional”, terangnya.

 

 

 

 

 

Untuk menghilangkan “dikotomi” itu, menurutnya pemerintah juga telah mengubah nama Kopertis menjadi LL-Dikti sebagai pembina perguruan tinggi swasta. Tidak hanya mengubah nama “Kopertis” menjadi “LL-Dikti”, pemerintah juga memberikan hak yang sama bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta, seperti beasiswa dan bantuan pulsa untuk mahasiswa dan dosen. Ada sekitar 7000 mahasiswa yang dapat jatah beasiswa, termasuk bantuan pulsa di LL-Dikti Wilayah X di masa pandemi ini, rincinya.

Kerjasama ini menurutnya juga memperpendek jarak. Jika ada calon mahasiswa yang mendaftar di Riau dan pilihan perguruan tingginya di Padang, maka pelaksanaan seleksinya di Politeknik Caltex Riau tanggal 8 Sepetember nanti. Jadi, calon mahasiswa yang ada di Riau tidak perlu ke Padang, apalagi masih dalam kondisi pandemi ini, pungkas Herri.

 

 

 

 

 

 

Selain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), turut hadir dalam seleksi hari pertama itu unsur pimpinan Universitas Bung Hatta, STTIND, Universitas Tamn Siswa, Stikes Perintis, Akper Baiturrahmah (Padang), Stikes Hang Tuah Tanjung Pinang, Politeknik Kampar Riau, Universitas Abdurrab, Universitas Dharma Indonesia, Unidha, ITP, Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi, STIA LPPN, UMSB dan Politeknik Caltex Riau.

 

 

Peserta Seleksi Mandiri yang berstatus pasien Covid-19 dengan suka cita menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direktur PNP yang memberinya kesempatan untuk menjalani seleksi masuk perguruan tinggi di saat menjalani isolasi mandiri di SPH.

 

 

Sebagian unsur pimpinan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam LL-Dikti Wilayah X diabadikan bersama Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, pada hari pertama Seleksi Mandiri.

 

 

Surfa Yondri: “Biaya operasional mahasiswa PNP rata-rata Rp.12 Juta per orang, SPP yang ditarik cuma rata-rata Rp. 3 Juta per semester, sementara kisaran Uang Kuliah Tunggal cuma Rp.1 Juta sampai Rp.1.5 Juta. Politeknik Negeri Padang bagaimanapun akan mempertahankan diri sebagai penerima terbanyak beasiswa Bidikmisi yang saat ini sudah mencapai1942 orang”.

 

 

Kepala LL-Dikti Wilayah X, Prof. Herri: “Perguruan tinggi swasta butuh promo bareng untuk mendongkrak pasar, bukan karena tak punya keunggulan. PTS juga punya keunggulan spesifik yang tak dimiliki perguruan tinggi negeri. Jurusan Perminyakan, Geodesi, dan Terapi Bicara hanya ada di swasta, jangan itu kita lupa!”

 

Hanriyawan Adnan Mooduto, Ketua Pelaksana: “Seleksi mandiri ini lebih efisien dan dapat mengurangi biaya, karena untuk sekali seleksi bisa memilih 5 program studi di 4 perguruan tinggi dari 14 PTS yang bekerjasama dengan PNP dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri ini. Namun untuk dua prodi sebagai pilihan utamanya, harus di PNP.”

 

Meningkat 25 Persen

Kepada wartawan Surfa Yondri menyatakan, pelaksanaan seleksi mahasiswa baru di tengah pandemi ini sudah dua kali dilakukan PNP. Pada Juli 2020, PNP telah melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Kelas Kerjasama Prodi Teknik Alat Berat. Selama pelaksanaan seleksi , PNP juga menghadirkan pihak BPBD dan Dinas Pendidikan.

Lebih jauh dikatakan, seleksi mandiri yang sudah mendapat izin dari Walikota Padang, tahun ini meningkat 25 persen. “Ini diluar dugaan. Pada 2019 peserta ujian seleksi mandiri 1500 peserta, tahun 2020 naik menjadi 2006 orang peserta. Di luar dugaan, karena perkiraan kami sebelumnya, tahun ini peminat mengalami penurunan karena wabah Covid-19, eh, tapi malah sebaliknya,” ungkap Yondri.

Selain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), turut hadir dalam seleksi hari pertama itu unsur pimpinan Universitas Bung Hatta, STTIND, Universitas Tamn Siswa, Stikes Perintis, Akper Baiturrahmah (Padang), Stikes Hang Tuah Tanjung Pinang, Politeknik Kampar Riau, Universitas Abdurrab, Universitas Dharma Indonesia, Unidha, ITP, Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi, STIA LPPN, UMSB dan Politeknik Caltex Riau.

 

Ujian Di Ruang Isolasi, Kepedulian PNP Terhadap Calon Mahasiswa Di Tengah Pandemi

 

 

Politeknik Negeri Padang Beri Kesempatan Calon Mahasiswa  Berstatus Positif Covid-19 Ikut Seleksi Ma

 

VOKASI KUAT, MENGUATKAN INDONESIA!

 

 

 

 

 

d®amlis

Fotografer: Naswiradianto

Berita Terkait