PNP Sehat Jiwa di Tengah Pandemik Corona

 

Meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang akhir-akhir ini dikhawatirkan berdampak psikologis bagi masyarakat luas, khususnya civitas akademika Politeknik Negeri Padang (PNP). Pemberitaan mengenai jumlah penderita Covid-19 yang berubah-ubah tersebut menurut Direktur PNP Surfa Yondri berkemungkinan besar berdampak serius pada kejiwaan civitas akademika PNP, khususnya mahasiswa. Dikhawatirkan bagi mereka yang rentan, timbul perasaan tak nyaman, tertekan, stres dan cemas.

 

 

Menyikapi kondisi demikian, Surfa Yondri bersama pejabat lainnya di lingkungan PNP memutuskan untuk merekrut psikolog muda, Evantrida Mailyza Musli yang akrab dipanggil “Icha Musly”. Sebelum Covid-19 melanda Sumatera Barat, jebolan Universitas Padjajaran ini telah membuka layanan psikologi secara reguler pada jam kerja, mulai 08.00-16.00 WIB. Di saat pandemi ini, jam layanan konsultasi bersama wanita jelita ini ditingkatkan. Alumnus Jurusan Psikologi Andalas University (2014) dan Jurusan Magister Profesi Psikologi serta alumnus SMA 2 Angkatan 2000 ini membuka layanan konsultasi yang paling gampang digunakan, aplikasi WhatsApp.

 

 

“Situasi sekarang ini abnormal, karyawan, terutama mahasiswa tidak boleh merasa tertekan, karena itu hanya akan membuat imun tubuh drop dan rentan diserang virus. Karyawan atau mahasiswa yang ekstrovert mungkin bisa membicarakan hal yang mengganggu prrasaan dan pikirkan mereka, tapi mereka yang introvert lebih memilih untuk menahan diri dan menyimpan saja dalam hati. Jika situasi ini berkepanjangan, dikhawatirkan merugikan bagi mereka secara pribadi, mempengaruhi harmoni kerja bersama kolega, bahkan mempengaruhi kinerja lembaga secara umum, paparnya”.

 

 

“Bagi saya pribadi, mau saja dosen mentransfer ilmunya dan mau saja mahasiswa hadir dalam kuliah mereka dalam keadaan sulit begini, sudah syukur. Bagaimana tekniknya mengajar dan metode atau pilihan IT yang mereka gunakan, itu fokus berikutnya yang akan kita sesuaikan”, aku Direktur.

Kuliah daring dan work from home (WFH) di tengah pandemi, dan mungkin terpisah dari sebagian anggota keluarga bukanlah hidup yang mudah untuk dijalani. Oleh karena itu dengan direkrutnya seorang psikolog, besar harapan kita keberadaannya mampu memberikan konseling kepada mahasiswa dan karyawan yang terdampak Covid-19, setidaknya untuk mengatasi kecemasan sekaitan dengan Covid-19, pungkasnya penuh empati.

 

d®amlis

Berita Terkait