Seluruh Karyawan PNP Gunakan E-Logbook untuk Laporkan Kondisi Kesehatan & Kinerja Mulai 1 Mei 2020

 

PNP News. Dipastikan 1 Mei 2020, seluruh karyawan Politeknik Negeri Padang (PNP) akan menerapkan penggunaan aplikasi E-Logbook yang dimaksudkan untuk mendata kondisi kesehatan, kehadiran, dan kegiatan mereka serta evaluasi kuliah daring yang dilakukan khusus oleh para dosen.

 

Demikian kesimpulan utama rapat pimpinan PNP via video conference (vicon) dengan media Zoom yang dimoderatori Rikki Vitria, Kepala UPT Komputer PNP, Senin pagi, 20 April 2020.

Dalam sambutannya, Direktur PNP Surfa Yondri menyatakan, penggunaan E-Logbook itu berkaitan dengan upaya menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemdikbud Nomor 36604/A3/KP/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Prosedur Bagi Pegawai yang Bekerja dari Rumah dan surat Wakil Direktur II Politeknik Negeri Padang Nomor: 653/PL9/KP/2020, tanggal 26 Maret 2020 tentang Pemberitahuan Bekerja dari rumah atau Work From Home      ( WFH ).

Ditambahkan Wakil Direktur 2, Anton, semua dosen, tenaga kependidikan dan tenaga honorer dihimbau untuk melaporkan kesehatan, kehadiran dan pekerjaan mereka melalui aplikasi tersebut.

Mengingat bekerja dari rumah  ( WfH ) harus terdata dengan baik maka seluruh dosen, tenaga kependidikan dan tenaga honorer mulai tanggal 1 Mei 2020 sudah harus melaporkan pekerjaan dan kehadiran mereka melalui aplikasi yang dapat di- download di play store  atau di http://log.pnp.ac.id/applog.apk, jelas Anton.

Karena tidak semua karyawan menguasai  aplikasi ini, dalam pengumuman yang diedarkan pimpinan hari ini, Rabu, 21 April 2020 sudah dilampirkan  petunjuk singkat penggunaannya, terang Wadir 2.

 

 

 

Perlu Ganti Server?

Di sisi lain, admin program E-Logbook, Roni Putra yang akan mengumpulkan rekap laporan semua karyawan PNP dalam setiap pekan itu menyayangkan server PNP yang jadul dan terlalu berat menanggung beban. Banyak kegiatan PNP yang diakomodasinya seperti laporan keuangan, Uang kuliah Tunggal, program Spada, absen dan sebagainya. Jika diakses semua, kemungkinan besar semua program shut down.

Menanggapi Roni, H.Mooduto, Ketua Senat mengusulkan untuk mengkaji dulu rencana penggantian server yang dibilang jadul. Mantan Ketua UPT Puslabkom ini menilai, program E-Logbook tak banyak membuat data mengalir karena sifatnya sambung putus. Pengguna      ( user) hanya menggunakan untuk mengambil absen, mencatat kegiatan harian, dan mungkin membuat status. Program tersebut hanya membutuhkan sekali akses, tak seperti vicon yang mesti selalu terhubung.

 

 

 

Share Location Langgar Privacy

Menjawab dosen Dhini Aulia dan Varietmi Wira yang sering gagal akses, Roni menyarankan untuk membiarkan sistem Global Positioning System (GPS) tetap nyala untuk berbagi            ( share) lokasi.

Namun Mooduto mengingatkan tindakan itu cukup berbahaya dan melanggar privacy. Jika informasi tersebut jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, keberadaan pengguna bisa dideteksi. “Sebaiknya share location saat penggunaan data saja, tekannya.

Wakil Ditektur 1, Revalin Herdianto setuju dengan pernyataan Ketua Senat PNP, share location memang perlu hati-hati, termasuk dalam pemberian data. Kemungkinan bisa dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, jelasnya.

 

 

 

Karyawan yang Tak Ramah IT dan Non WfH

Kasubbag. Umum PNP, Yuhedmi Noeva melaporkan sedikit kendala yang dihadapi sebagian karyawan PNP. Karyawan rumah tangga umumnya belum menguasai IT; para supir tidak setiap hari mengerjakan tugas; begitu juga dengan perawat dan karyawan kontrak yang tidak bisa bekerja di rumah.

Hal itu senada dengan pertanyaan Amy Fontanella, Ketua Jurusan Akuntansi. Menurut Amy, tak mungkin Ketua Jurusan yang menolong mengisikan E-Logbook karyawan rumah tangga karena bisa-bisa karyawan sejenis mengaku tidak menguasai IT.

Karena awal membuka program ada pertanyaan kondisi kesehatan user, Sariani bertanya, indikator dalam kondisi sehat itu apa? Terlihat dan terasakan penampakan secara umum saja atau dibuktikan dengan hasil penggunaan thermometer, pengukur suhu tubuh? tanya Kepala UPT Bahasa yang mengaku learning by doing dengan sistem baru tersebut.

 

d®amlis

Berita Terkait