Politeknik Negeri Padang Buka 10 Program Sarjana Terapan dalam SNMPTN 2021

 

PNP News. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 resmi dibuka untuk 351 program studi sarjana terapan (D-4). Prodi ini terbagi dua, 298 prodi diselenggarakan oleh politeknik [10 prodi diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Padang] dan 53 prodi diselenggarakan oleh universitas, institut, dan akademi (unista).

 

Hal itu diumumkan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto dalam “Sosialisasi SNMPTN & SNMPN Penerimaan Mahasiswa Baru 2021” secara live pada kanal Youtube Direktorat Jenderal Pendidkan Vokasi 15 Januari 2020.

Profil sarjana terapan mencakup pembelajaran praktikal 60 persen dan teori 40 persen. “Tangan kanan memegang ijazah, sertifikat kompetensi, dan Bahasa Inggris, sedangkan tangan kiri menghasilkan produk nyata,” jelasnya mengibaratkan.

 

 

Adapun untuk input sarjana terapan, bisa berasal dari lulusan SMK, SMA, maupun MA. Selain itu, pada semester 7 atau 8 mahasiswa akan diwajibkan magang di industri. “Kemudian memungkinkan satu semester untuk Kampus Merdeka, misalnya untuk pengabdian masyarakat,” terang Wikan.

Ditambahkannya, Ditjen Pendidikan Vokasi juga tengah mendesain kolaborasi D-4 dengan S-2 terapan dari dalam dan luar negeri, misalnya di Jerman dan Korea. Di samping itu, “Kami juga tengah mengembangkan SMK fast track dan upgrading D-3 menjadi D-4″.

Dengan rancangan paket “link and match 8+1”, maka kurikulum pendidikan sarjana terapan akan sinkronisasi dengan pihak industri, pihak industri mengajar rutin, mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui industri, riset terapan yang menghasilkan produk nyata, hingga pihak industri yang siap menyerap lulusannya.

Wikan berharap calon peserta seleksi memilih prodi yang sesuai dengan keinginan mereka. “Tentukan dulu mau jadi apa ke depan, bahagia tidak. Di situlah passion ‘kecenderungan atau keinginan’ terhadap prodi akan tergambar. Kalau belum mengerti, silakan kunjungi laman kampus seluruh Indonesia,” terangnya.

 

 

Budi Prasetyo selaku Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menambahkan, menegaskan pilihan sarjana ataupun sarjana terapan sama baiknya. “Ini bukan pertama kalinya jalur D-4 atau sarjana terapan bergabung di LTMPT. Tahun lalu sudah ada 8 politeknik menyelenggarakannya, sekarang 40 politeknik dan 12 Unista. Sosialisasinya sudah dilakukan sejak Desember 2020, serta bisa diunduh di laman www.ltmpt.ac.id,” jelasnya.

LTMPT merupakan lembaga penyelenggara tes yang tetap, kredibel, proposional, efisien, dan efektif yang terus meningkatkan kualitas. “LTMPT mengelola dan mengolah data calon mahasiswa. Kami hanya memfasilitasi dan membantu memilih calon mahasiswa unggul,” terangnya.

Sekaitan dengan kuota penerimaan, jalur SNMPTN dapat menerima minimum 20% (biaya ditanggung pemerintah), Seleksi Bersama Masuk Pergururan Tinggi Negeri (SBMPTN) minimal 40% (berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer/UTBK dan kriteria lain dengan biaya dari peserta dan subsidi), dan seleksi mandiri maksimal 30% (dapat menggunakan hasil UTBK).

Di sisi lain, untuk PTN berbadan hukum, SBMPTN minimum 30 persen dan seleksi mandiri maksimum 50 persen. Pendaftaran SNMPTN 2021 akan berlangsung tanggal 15 – 24 Februari 2021, sedangkan pengumuman hasilnya pada Maret 2021. “Adapun bagi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN, akan ditolak untuk masuk SBMPTN,” rinci Budi.

 

Tercatat 74 Universitas 40 Politeknik

Tercatat, 74 universitas dan institut, 40 politeknik (283 prodi), dan 12 PT KIN akan turut serta pada SNMPTN dan SBMPTN 2021. Karenanya, setiap sekolah dan siswa yang mengikuti SNMPTN 2021 harus memiliki akun LTMPT dengan waktu pendaftaran pada 4 Januari-1 Februari 2021. Adapun untuk registrasi akun LTMPT untuk UTBK-SBMPTN pada 7 Februari -12 Maret 2021.

 

 

“Jika peserta pada 2020 sudah punya akun LTMPT, tidak perlu membuat lagi. Selain itu, setiap calon peserta SNMPTN 2021 dapat memilih dua program, namun salah satunya harus berasal dari provinsi yang sama,” ujar Budi.

jadwal pendaftaran UTBK-SBMPTN berlangsung pada 15 Maret-1 April 2021. Sedangkan pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2021 akan dilakukan dalam dua gelombang, yakni pada 12-18 April 2021 dan 26 April-2 Mei 2021, yang hasilnya akan diumumkan pada 14 Juni 2021.

Bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan via skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dapat dilihat detailnya pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

 

 

Dalam kesempatan itu, Zainal Arif selaku Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia menyatakan rasa terima kasihnya karena seluruh prodi D4 politeknik dapat bergabung dalam SNMPTN 2021. Terkait Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) 2021, dirinya kembali mengingatkan agar calon peserta dan sekolah mendaftar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang D3 tersebut, yaitu SNMPN, SBMPN, dan jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing politeknik. “Yang terpenting dalam penerimaan SNMPN 2021 ini tidak dikenakan biaya pendaftaran,” ujarnya.

 

Sebetulnya Telah Dibuka 11 Januari

Pembukaan SNMPN 2021 sendiri telah dimulai sejak 11 Januari-19 Maret 2021. Setelah itu terdapat proses verifikasi pada 18 Januari-26 Maret 2021, sedangkan pengumuman hasil seleksi pada 6 April 2021. “Untuk SNMPN diperuntukkan bagi lulusan sekolah tahun 2021, sedangkan lulusan 2019 dan 2020 bisa ikut SBMPN atau jalur mandiri. Adapun detailnya dapat dilihat lewat www.snmpn.politeknik.or.id,” pungkas Zainal.

 

PNP Dengan 10 Prodi

Di kesempatan berbeda, Dr. Surfa Yondri, Direktur PNP menyatakan, untuk SNMPN 2021 PNP menawarkan 10 program studi yakni

Akuntansi Perbankan, Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Teknik Elektronika Industri, Teknik Manufaktur, Teknik Telekomunikasi, Teknik Perencanaan Jalan dan Jembatan, Teknik Perencanaan Irigasi dan Rawa, Manajemen Rekayasa Konstruksi, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik.

 

 

 

Tercatat 18 politeknik tahun ini menawarkan prodi D-4 dalam SNMPN. PNP dengan 10 prodi, Politeknik Negeri Pontianak 10 prodi, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 9 prodi, Politeknik Negeri Cilacap 2 prodi, Politeknik Negeri Jakarta 20 prodi, Politeknik Negeri Madiun 1 prodi, Politeknik Negeri Ambon 5 prodi, Politeknik Negeri Lhokseumawe 10 prodi, Politeknik Negeri Jember 14 prodi, Politeknik Negeri Medan 8 prodi, Politeknik Negeri Indramayu 2 prodi, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 3 prodi, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung 3 prodi, Politeknik Negeri Bengkalis 9 prodi, Politeknik Negeri Semarang 13 prodi, Politeknik Maritim Negeri Indonesia 8 prodi, Politeknik Negeri Manado 8 prodi, dan Politeknik Negeri Tanah Laut 1 prodi.

VOKASI KUAT, MENGUATKAN INDONESIA!

 

 

 

d®amlis

Berita Terkait