Di Usia 32 Tahun PNP Berhasil Ungguli 1120 Perguruan Tinggi Vokasi di Indonesia

 

PNP News. Di umur 32 tahun, Politeknik Negeri Padang (PNP) berhasil menempatkan diri di peringkat 8 dari 1128 perguruan tinggi vokasi di Indonesia. Capaian yang luar biasa ini adalah kerja keras para pendahulu sejak Politeknik berdiri sesuai SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 5 Oktober 1987. Segenap unsur politeknik bahkan sudah berjuang sejak awal persiapan pendiriannya 1985 dan alhamdulilah pada hari ini kita menikmati hasil tersebut. Ke depan tugas kita bersama melanjutkan perjuangan mereka agar kampus ini menjadi kampus yang besar, terhormat, dihargai, serta diminati oleh masyarakat.

 

Hal itu diungkapkan Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri dalam Launching Kegiatan Dies Natalis PNP ke-32 di Pelataran Parkir merangkap Lapangan Upacara PNP, Selasa, 10 September 2019.

 

 

Ditambahkan, seperti sudah di-launching oleh Dikti pada hari sebelumnya, khusus untuk Kegiatan dan Bidang Kemahasiswaan, PNP juga menempati peringkat ke-6 di jalur perguruan tinggi vokasi. Sehubungan dengan itu, dalam peringatan Dies itu, Surfa Yondri menghaturkan terimakasih kepada para senior yang disebutnya sebagai pejuang-pejuang pendidikan vokasi di PNP dan menumpang harapan kepada seluruh civitas akademika.

 

Junaldi, Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan 2 periode

 

Tiga puluh dua tahun adalah waktu yang cukup lama, ungkapnya. Dari segi administratif dan dari segi pendidikan vokasi, kita jauh meningkat dari prestasi sebelumnya. Ini adalah tantangan bagi kita bersama, terutama tantangan bagi adik-adik mahasiswa bagaimana mempertahankan prestasi dan reputasi ini. Namun demikian, pemeringkatan perguruan tinggi dan elemennya hanyalah salah satu indikator kesuksesan, karena yang terpenting adalah bagaimana semua unsur yang ada di PNP sinergis mengantarkan mahasiswa untuk bisa diterima di dunia industri, bagaimana mahasiswa bisa diterima oleh masyarakat.

 

 

Pimpro Aguskamar memberikan keterangan pers

 

 

Selain itu yang harus dipikirkan, menurut Direktur yang juga alumnus Politeknik yang sama ini, apa yang harus dilakukan agar produk-produk PNP bisa dinikmati oleh masyarakat, baik itu produk dari proses pendidikan maupun produk dari proses penelitian. Terakhir, bagaimana kita bisa memberi manfaat kepada masyakat, terutama pada masyarakat sekitar kita. Salah satu tindakan nyata dari pemikiran itu adalah pengabdian masyarakat dalam bentuk bedah rumah yang dilakukan usai launching kegiatan Dies Natalis ke-32 tersebut.

 

 

Direktur menilai, sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi, PNP adalah institusi pendidikan, bahkan di bidang vokasi. Jadi, sangat tepat tema yang disampaikan oleh Ketua Dies Natalis, Efrizon sebelumnya tentang “pengabdian masyarakat”. Ia berharap, apa yang dilakukan pada peringatan Dies Natalis ini memnbawa berkah pada masyarakat, bangsa dan negara.

 

Tiga Puluh Lima Rangkaian Kegiatan Dies Natalis Ke-32

Sambil mengutip pernyataan Ketua Panitia Penyelenggara, Efrizon, Direktur Surfa Yondri menyebutkan, secara garis besar kegiatan yang di-launching berjumlah 35 acara. Seluruh kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk dosen atau karyawan semata, tapi untuk dosen, karyawan, dan mahasiswa. Jadi, kepada mahasiswa mari melibatkan diri dan berkontribusi!”, ajaknya.

 

Pasukan mahasiswa Teknik Sipil siap melakukan operasi bedah rumah di Kelurahan Limau Manis

 

 

Kalaupun sarana dan prasaran tak mencukupi, yang penting bagaimana kita berkontribusi untuk membesarkan institusi kita ini sekaligus meniatkannya sebagai amal ibadah serta upaya meningkatkan nama baik instansi sehingga kepercayaan masyarakat juga meningkat. Pada akhirnya semua ini kita harapkan bisa mengantarkan adik-adik mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan atau melibatkan diri dalam masyarakat dan berbuat untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara ini, jelasnya panjang lebar.

 

 

 

 

Sebelum seremoni pembukaan selubung baliho oleh dosen senior, Martini, Direktur juga menghaturkan terimakasih atas perjuangan seluruh mantan Direktur PNP. Ia menyinggung nama Direktur Politeknik Padang pertama, Hanafiah (almarhum), Alizar Hasan, Suhendrik Hanwar, dan Aidil Zamri. Para mantan Direktur berikut wakil direktur mereka itu diharapkannya diundang oleh panitia dalam peringatan puncak Dies Natalis, termasuk seluruh staf pengajar yang sudah pensiun maupun yang sampai sekarang masih aktif. “Saya adalah salah satu dari produk mereka itu yang alhamdulillah dipercayakan menjadi Direktur untuk memimpin perguruan tinggi ini”, tutupnya mengakhiri.

 

Detik-detik pembukaan selubung baliho Dies Natalis PNP ke-32.

Direktur PNP, Surfa Yondri yang juga alumnus PNP berujar: ” Sebagai penghormatan untuk pembukaan selubung baliho Dies Natalis ini saya minta kesediaan Ibunda Buk Martini”. Terlihat dalam gambar Direktur menangkupkan kedua belah telapak tangan, kemudian berusaha membantu menyandang tas dosennya, “Buk Martini”, dan terakhir menyaksikan bersama wakil-wakil direktur dan unsur panitia dalam prosesi pembukaan selubung baliho pertanda peluncuran 35 kegiatan Dies Natalis PNP ke-32 secara resmi.

 

 

 

 

 

 

Efrizon, Ketua Panitia Dies Natalis PNP ke-32 didampingi Sekretarisnya, Rina Anggraini melaporkan, ketiga puluh lima acara dalam memeriahkan Dies Natalis itu terdiri kegiatan bidang sosial budaya, olahraga, agama, kesenian, dan akademik.

Kegiatan Sosial Budaya terdiri dari Lomba Tata Kelola Kebersihan dan Kerapian/K3 Bengkel dan Laboratorium (23-24 September) Lomba Simulasi Kebakaran antar Jurusan dan Unit (25 September) Bedah Rumah Ringan/Bersih (CAT) Mushalla/Mesjid di Sekitar Kampus (10-11 dan 14-15) Bersih Pantai Padang (Civitas Akademika dan Pemko Padang) (21 September) Menyantuni Anak Yatim (diundang Ke Kampus) (4 Oktober) dan Memberikan Barang Layak Pakai.

Bidang Olah Raga terdiri dari pertandingan Tennis Meja (17 September-3 Oktober), Senam (2 Oktober), Bulu Tangkis (17 September-3 Oktober), Catur (17 September-3 Oktober) Futsal (17 September-3 Oktober) dan Tennis Lapangan (21 September).

Di Bidang Agama juga dilombakan Tahfidz Juz 30/ Juz 1 Dosen & Staff PNP (18 September), Tahfidz Juz 30/ Juz 1 Mahasiswa/i PNP (18 September), Tilawah Mahasiswa/i Tingkat PNP (17 September) Adzan Mahasiswa Tingkat PNP (17 September), CC Agama Islam Civitas Akademika (19 September), Kaligrafi (19 September), Tabliq Akbar dengan Ustadz Ternama (4 Oktober).

Bidang Kesenian melombakan Solo Song Mahasiswa (28-29 September), Solo Song Dosen dan Staf (26 September) Lomba Shalawat Badar (Civitas Akademika) (4 Oktober), Baju Muslimah Ke Kampus Bagi Mahasiswi (28 September), Lomba Baju Basiba Modifikasi Bagi Ibu – Ibu DW dan Ibu – Ibu Civitas Akademika (20 September), Lomba Foto Challenge “Politeknik keren” (30 September) dan Lomba Puisi (29 September).

Khusus untuk Bidang Akademik diselenggarakan Orasi ilmiah oleh Mentri Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi (7 Oktober), Lomba Poster Hasil Penelitian Dan Pengabdian (7-11 Oktober), Temu Alumni (8 Oktober), Orasi Ilmiah Doktor Baru PNP (7 Oktober), Alumni Mengajar (7-11 Oktober), Job Fair (10-11 Oktober), Kuliah Umum dari Industri (8-9 Oktober), Lomba Reformasi Birokrasi antar Jurusan dan Unit didalam PNP (13 Oktober), dan Acara Puncak Dies Natalis (13 Oktober), tutur Efrizon mengakhiri.

 

d®amlis

Foto : Naswiradianto

Berita Terkait