LAPORAN KHUSUS

 

Walikota Padang Harapkan Politeknik Negeri Padang Berkontribusi Aktif dari Awal Pembangunan “Padang Kota Metropolitan”

 

 PNP News. Politeknik Negeri Padang setiap tahun berhasil menamatkan mahasiswa dengan waktu tunggu relatif singkat, paling lama 6 bulan, sebelum diterima dunia kerja. Dipastikan tamatannya tidak ada yang menganggur. Ini prestasi yang luar biasa! Terimakasih Pak Direktur beserta jajaran yang telah membantu menyelesaikan sebagian masalah masyarakat Kota Padang dan Indonesia umumnya: pengangguran! Politeknik Negeri Padang menyelesaikan masalah tanpa masalah. Inilah perguruan tinggi satu-satunya di Kota Padang yang tamatannya tidak ada yang menganggur!”

 

 

 

 

 

Hal itu disampaikan oleh H. Mahyeldi, S.P., Walikota Padang dengan penuh semangat dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2019/2020, di Aula Pekan Kreatifitas Mahasiswa Politeknik Negeri Padang, 13 Agustus 2019. PKKMB ini mengambil tema “Mahasiswa Baru Politeknik Sebagai Generasi Penerus Bangsa. Menjelang 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia”.

 

 

 

 

“Masa depan bangsa ini ada di tangan mahasiswa baru sekarang ini karena 20 tahun ke depan yang akan jadi presiden, gubernur, walikota, dan anggota legeslatifnya adalah mahasiswa Politeknik Negeri Padang hari ini. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa datang”! Penjelasan lugas Walikota ini disambut riuh tepuk tangan mahasiswa, baik yang di lantai dasar maupun di balkon.

Kepada mahasiswa baru dikatakan, PNP adalah pilihan yang tepat dan mereka diterima setelah melalui persaingan yang cukup ketat oleh perguruan tinggi yang menjadikan BUMN dan perusahaan sebagai mitra kerja ini. Kepada mahasiswa yang sudah lulus dikatakanberuntung karena bisa langsung bekerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan dengan biaya sendiri.Mereka tak perlu membebankan orang tua karena sudah bekerja. “Seperti Wakil Direktur 1 PNP, setelah tamat PNP melanjutkan S-1 ke ITB, seterusnya menjalani pendidikan S-2 dan S-3 di Australia”, ia mencontohkan.

 

 

 

 

Mahyeldi menyayangkan jika ada lulusan perguruan tinggi dilatih lagi untuk bekerja atau mendapatkan pekerjaan. Jika demikian adanya, berapa uang negara yang digunakan, dan berapa umur yang dihabiskan? Seharusnya lulusan perguruan tinggi langsung diterima di dunia kerja. Jika masih mengikuti pelatihan-pelatihan lagi dan masih dibiayai lagi, terlalu boros negeri ini membiayai tenaga kerja bangsa ini, tekannya.

Ia juga menggambarkan tingkat partisipasi angkatan kerja di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang masih tinggi, mencapai sekitar 40.000 orang. Kenapa? Karena kebanyakan warga kota berasal dari daerah dan sebagian berstatus mahasiswa. Jadi mereka punya pendidikan, punya jenjang akademis tapi tidak terserap di dunia kerja.

Tercatat, di Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Padang ± 944.919 jiwa pada 2018. Itu belum termasuk mahasiswa. Meskipun mahasiswa tersebut tidak memiliki KTP Padang, kami selaku Pemerintah Kota Padang tetap melayani. Jumlah mahasiswa di Kota Padang mencapai sekitar 150.000 orang, yang terdiri 35.000 orang mahasiswa Unand, 40.000 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), 25.000 orang Universitas Islam Negeri (UIN) dan ditambah perguruan tinggi lainnya. Lebih kurang ada 180.000 orang mahasiswa di kota ini, dan itu berarti penduduk Kota Padang yang kami layani mencapai 1.000.100 lebih, demikian Mahyeldi. Jumlah yang memenuhi syarat untuk sebuah kota metropolitan yang minimal memiliki jumlah penduduk sekitar 1.000.000 – 5.000.000 jiwa.

 

 

 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang saat ini mencapai 0.816, setara dengan Oman yang berada pada urutan ke-48 di dunia, katanya.Indonesia berada pada urutan ke-116 dengan IPM 0,694. Di samping itu, IPM Kota Padang termasuk tinggi di Sumatera Barat dan lebih tinggi dari DKI dan Surabaya. Inflasi bisa terkendali dengan baik dan gejolak harga bisa dikendalikan.Meskipun pertumbuhan ekonomi Padang pada 2018 mengalami penurunan 6,23% tapi masih di atas pertumbuhan provinsi dan nasional. Angka harapan hidup dari 64 tahun meningkat menjadi 73 tahun, itu artinya warga kota rerata sehat. Rata-rata lama sekolah warga kota 11 tahun dan diharapkan meningkat menjadi 15 tahun dengan pendidikan rata-rata S-1 atau paling rendah D-3, ungkapnya optimis.

 

Walikota Carikan Tanah Untuk Pengembangan Kampus

Kian bertambahnya program studi dan jumlah warga yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menuntut perluasan kampus. Walikota juga menyatakan akan berusaha mencarikan lokasi untuk pengembangan kampus PNP.“Dulu yang saya dengar Politeknik mencari tanah untuk dibeli. Sekarang minta tanah ke Pemko Padang, insyaalah dikasi, tapi syaratnya harus di Kota Padang, nanti akan saya tunjukkan lokasinya, dan saya tunjukkan pemiliknya!” janji Walikota.

 

 

 

 

 

Ia juga melaporkan, agenda pembangunan kawasan pusat pemerintahan Kota Padang di Air Pacah mencakup 3 zone. Zone Pengembangan peruntukan terdiri dari:Stadion Olah Raga, Rekreasi, Bisnis Centre, Sosial Budaya, Depo, Utilitas, Rumah Dinas Wako, Wawako, Sekda, DPRD, Muspida dan Rusunawa PNS Penyusunan dan masterplan Zone Pengembangan. Zone Penunjang terdiri dari Peruntukan Kantor SKPD Blok B (DKK, DPKA, Bappeda dan Inspektorat BKD). Untuk proyek ini sudah dialokasikan Rp. 2 Milyar untuk kapling siap bangun. Zone inti terdiri dari Kantor Walikota, DPR, Mesjid, Lapangan Upacara, RTH dan Kolam Kantor Walikota (selesai 2013) dan Mesjid dan DPR (2014).

Pembangunan jalur evakuasi, shelter, jalan dan jembatan diperkirakannya mencapai lebih dari Rp. 268 Milyar. Untuk jalur evakuasi jalan dan jembatan sesuai dengan dokmen Red Book yang disusun bersama Dinas Prasjal Tarkim Propinsi Padang membutuhkan dana tepatnya Rp. 268.724.464.000.

Rinciannya, Pembangunan Jalur Evakuasi Jl.Simpang Pulai – By Pass dengan usulan alokasi pendanaan APBD Provinsi-APBN senilaiRp. 28.154.468.000, Jl. Anak Aie-By Pass 7.744.742.000, Jl. SMA 7-By Pass 7.235.283.000, Jl. Kayu Kalek (SMA 8)-By Pass 102.948.329.000, Kurao-Jl. Maransi- By Pass13.196.540.000, Kurao-By Pass 8.500.000.000, Jl. Pasir Jambak21.875.322.000, Simpang Akhirat-Jl. DPRD12.069.780.000, Komplek Pemda-Simpang Kantor Camat Koto Tangah 9.500.000.000, S.Parman, Belanti, Jl. Khatib Sulaiman, Gajah Mada, Ampang Indah, Sawah Lua Kalumbuk, By Pass) 40.000.000.000, Jl. Gajah Mada, Jembatan Berok, Kurao Pagang, ByPass Pusat Pemerintahan 15.000.000.000, Jembatan Komplek Pemda 10.000.000.000, dan Jembatan Kurao Pagang 7.500.000.000.

 

Pemko Padang Harapkan PNP Rakit Mesin Transportasi Sungai

Walikota mengingatkan, saat itu mereka berada di poros, di tengah Pulau Sumatera dengantopografi dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 2-200 meter, bahkan daerah pinggiran pantai itu berada di bawah permukaan laut, lebih kurang 1 meter. Makanya ketika air laut pasang, ada daerah yang terendam.

Di samping itu, Padang memiliki 21 aliran sungai, karenanya Padang merasa perlu merancang transportasi sungai. Di sini peran Politeknik dibutuhkan, dan saya ada di sini untuk menginisiasi mahasiswa memilih peluang ini, tekan Mahyeldi. Dengan panjang garis pantai 84 km dari perbatasan Pesisir Selatan sampai ke Padang Pariaman, ia menyebut ini potensi pariwisatanya semuanya yang membutuhkan transportasi sungai.

 

 

 

 

 

 

 

Walikota yang sangat menikmati perannya sebagai “Dosen Tamu” itu sambil berjalan ke arah hadirin menyatakan, posisi Kota Padang dinilai strategis karena dikelilingi oleh Pelabuhan Meulaboh dengan kapasitas 6.000 ton, Pelabuhan Sibolga dengan kapasitas 8.000 ton, Pelabuhan Pulau Bay Bengkulu dengan kapasitas 9.000 ton, dan Pelabuhan Tanjung Karang dengan kapasitas 19.000 ton, sementara Pelabuhan Teluk Bayur dengan kapasitas 60.000 ton.

 

Agenda Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Padang

Walikota menggambarkan, sebagai kawasan sentral Sumatera, jarak Padang ke Jakarta, Ibukota Negara dekat, dan ke Malaysia, negara tetangga juga dekatnamuntiket pesawat dari Padang ke Kuala Lumpur jauh lebih murah lagi. Oleh karena itulah Padang akan membuat beberapa kerjasama dengan beberapa negara bagian di Malaysia.

Di sisi lain, Padang juga sudah bekerjasama dengan Ba Ria Vung Tau, Vietnam. Vietnam adalah negara yang hancur pada tahun 70-an tapi kemajuannya luar biasa. Dulu 100.000 ton kita kirim beras ke Vietnam, sekarang kita yang beli beras ke Vietnam. Hebat gak itu Vietnam? Nah, kenapa? Karena kualitas dan kesungguhan bangsanya! jelasWalikota Mayeldi memotivasi mahasiswa baru.

 

 

Padang, kota yang merupakan daerah rawan bencana gempa dan tsunami ini juga menjalin kemitraan dengan kota-kota di negara lain, seperti Hildesheim (Jerman), Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindiaatau IORA (Indian Ocean Rim Association), Fremantle (Australia), dan Jeddah (rencana). Khusus ekspor ke Negara IORA sangat potensial dikembangkan. Nilai ekspor 5 negara Anggota IORA (Australia, Singapura, Malaysia, Thailand dan India) memberikan kontribusi 50% dari nilai ekspor Kota Padang.

 

Pengembangan Kawasan Metropolitan di Sumatra

Visi Pembangunan Kota Padang 20 Tahun Kedepan adalah “Mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Metropolitan Berstandar Internasional”. Padang juga tercatat sebagai salah satu dari 3 pengembangan kawasan metropolitan di Sumatra, selain Kota Medan dan Kota Palembang. Palapa (akronim dari Padang–Lubuk Alung–Pariaman) adalah sebuah wilayah metropolitan di Provinsi Sumatra Barat yang meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman. Wilayah ini merupakan program strategis pemerintah pusat yang tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional 2015-2019.

Wilayah Palapa ditunjang oleh keberadaan infrastruktur udara Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan infrastruktur laut Pelabuhan Laut Internasional Teluk Bayur, keduanya terintegrasi dengan jaringan komuter Padang-Pariaman (menggunakan keretapi Sibinuang) dan Jalan Padang By Pass sepanjang 27 km. Selain itu, terdapat pula beberapa pelabuhan pembantu seperti Pelabuhan Muara, Pelabuhan Bungus, dan Pelabuhan Tiram.

Konsep dan strategi untuk mendorong terwujudnya kawasan Metropolitan Padang adalah rangkaian dari peraturan Kota Padang yang ditetapkan sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dalam PP No.26 Tahun 2008 Rencana Tata Tuang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Pengembangan Kawasan Metropolitan Padang dalam Perda Provinsi Sumbar No.13 Tahun 2012 tentang RTRWN Provinsi Sumbar Tahun 2012-2032, Rencana Pengembangan Kawasan Metropolitan Padang dalam Perda Kota Padang No. 4 Tahun 2012 tentang RTRW Kota Padang Tahun 2010-2030, dan Kawasan Metropolitan Padang dapat ditetapkan sebagai Kawasan Streategis Nasional (KSN) dalam Revisi RTRWN.

 

Foto: Keretaapi melintas di petak Lubuk Alung. Foto: Koleksi KPKD2

 

 

Percabangan Jalur Eksisting dengan Jalur KA Bandara di Stasiun Duku. Foto: Artalent Art

 

 

#sejarahkeretasumbar #komuterpadang #KASibinuang #Railbus #KALembahAnai #Divre2 #KAI #keretaapiindonesia #Sumaterarailways #WestSumateraRailway

 

 

Di sisi lain, pengembangan kerjasama antara Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, KotaPariaman, Kabupaten Solok & Kota Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan dimaksudkan untukmendorong terwujudnya Kawasan Metropolitan Padang. Itu adalah strategi kerjasama perbatasan dalam rangka percepatan Padang Metropolitan. Kota metropolitan merupakan ibukota provinsi, pusat dari sebuah provinsi.

Pembangunan jalan dan jembatan pendukung Padang Metropolitan mencakup: Jalur Pusat Kota – Bandara International Minangkabau. Jarak Tempuh 21 Km. (Jalur Pusat Kota – BIM 21 Km). Ring Road sebelah timur Kota Padang dengan Jarak Tempuh 30 Km (Ring Road 53 Km By Pass- Lb. Minturun- Air Pacah- Gunung Sarik – Pasa Baru- Bandar Buat- Tarantang Baringin- Kampung JuaPengambiran-Bungus). Shortcut Padang – Solok Jarak Tempuh 45 Km, dengan akses jalur kereta api (Shortcut Padang Solok 45 Km). Jalan Lintas Padang Solok dengan Jarak Tempuh 60 Km (Jalan Lintas Padang Solok 60 Km). Ring Road 53 km menjadi prioritas mendukung padang sebagai kota metropilitan sesuai RPJMN 2019-202

 

 

Keretapi Sibinuang Melintasi Lubuak Buayo

 

 

Pemerintahan Kota Padang juga merencanakan pembangunan 3 unit fly over di Kota Padang. Selain itu juga akan dibangun Terminal Type B Bukit Putus yang berlokasi di persimpangan Teluk Bayur yang merupakan tanah milik PT KA. Kondisinya saat ini sebagai tempat parkir sementara gerbong kereta barang yang mengangkut semen. Selain itu, juga ditetapkan Koridor Pelayanan Sistem Angkutan Umum Masal yang mencakup Koridor 1 Pasar Raya–Lb. Buaya, Koridor 2 Bim-By Pass –Tl. Bayur, Koridor 3 Pasar Raya–Indarung, Koridor 4 Pasar Raya–Air Pacah, Koridor 5 Pasar Raya–Teluk Bayur-Bungus, dan Koridor 6 Pasar Raya–Kampus Unand.

 

Periode 2014-2018 Pendapatan Sektor Pariwisata Tertinggi (405%)

Mahyeldi mengakui, peningkatan perekonomian masyarakat yang paling cepat adalah melalui pengembangan pariwisata. Pada 2012-2019 saat Pemerintahan Kota Padang membenahi objek wisata, alhamdulillah bisa memacu dan memicu pertumbuhan pendapatan Kota Padang. Tahun 2014-2018 peningkatan pendapatan di sektor pariwisata mencapai 405%, tertinggi di Indonesia, sehingga Padang termasuk daerah yang potensial untuk investasi. Dari 2000-2009 investasi meningkat dari dalam dan luar negeri. “Pada tahun 2019 ini kita akan membangun beberapa hotel di Kota Padang dan kita dorong pembangunan hotel bintang 4”, demikian Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Periode 2004-2009 ini berujar pasti.

 

 

 

Kawasan Strategis Kota Padang Tahun 2030

Kawasan Strategis Pengembangan Ekonomi Kota Padang mencakup: Kawasan Strategis Padang Industrial Park, Kawasan Strategis Indarung, Kawasan Strategis Gunung Padang, Kawasan Strategis Teluk Bayur, dan Kawasan Strategis Bungus. Kawasan Strategis Pengembangan Sosial mencakup: Kawasan Strategis Pusat Pemerintah Kota dan Kawasan Strategis Pusat Kota Lama. Kawasan Strategis Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana mencakup Kawasan Strategis Sepanjang Pantai Padang dan Kawasan Strategis Taman Hutan Raya Bung Hatta

 

 

 

Lubuk Buaya Pasar Induk dan Grosir

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pembangunan Pasar Induk dan Grosir Kota Padang Tahun 2010-2030 ditetapkan di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Hingga saat ini, peta lokasi pasar di Kota Padang mencantumkan 17 pasar di Kota Padang, yakni: Pasar Raya, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Bandar Buat, Pasar Balai Gadang, Pasar Simpang Tabing, Pasar Ulak Karang, Pasar Siteba, Pasar Belimbing, Pasar Pagi Purus, Pasar Alai, Pasar Kampung Kalawi, Pasar Simpang Haru, Pasar Tarandam, Pasar Tanah Kongsi, Pasar Parak Laweh, Pasar Gaung, dan Pasar Indarung. Pusat pelayanan tersier mencakup: Anak Air Simpang Lubuk Menturun Lubuk Menturun Gunung Sariak Ketaping Limau Manis Gunung Padang Lubuk Begalung Indarung Teluk Bayur.

 

           

Pasar Raya Padang, Pusat Perdagangan Kota Padang. Foto: Pemko Padang

 

 

Mahasiswa Penjaga Moral Kota

Wako Mahyeldi juga meminta dukungan kepada mahasiwa baru untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan selama menuntut ilmu di Kota Padang. “Saat ini Kota Padang memiliki program Youth Center yaitu pusat kepemudaan untuk berkreasi dan berinovasi. Semoga nanti mahasiswa Politeknik Negeri Padang dapat bergabung,” jelasnya.

Mahyeldi berpesan kepada mahasiswa baru untuk mencari rumah kos yang domisili pemiliknya dekat dengan rumah kos tersebut, sehingga pemilik rumah kos dapat menjadi pengawas sekaligus orang tua bagi mahasiwa. Tujuan ke Kota Padang kan untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan, jangan kecewakan harapan orangtua. Lagi pula, meskipun Padang itu kota, nilai-nilai dan adat masyarakatnya masih kental. Mahasiswa itu kan pergi pagi, pulangnya sore, bukan pergi malam pulangnya pagi, katanya yang disambut “grrrrrr” oleh mahasiswa seaula.

“Pemko Padang telah menerbitkan Perda Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Rumah Kos yang di antaranya berbunyi: “Setiap rumah kos dilarang menempatkan penyewa laki-laki dan perempuan dalam satu penginapan (kecuali penyewa terikat perkawinan sah), menjadikannya tempat berjudi, prostitusi dan perbuatan asusila serta tindak pidana lainnya, kegiatan yang dilarang agama dan hukum, termasuk mengedarkan dan mengkonsumsi minuman keras, narkotika dan sejenisnya”.

 

 

 

 

 

 

Tujuannya mengatur dan menertibkan rumah kos dari praktik kriminal, narkoba, dan zina, termasuk praktik LGBT,” kepala daerah yang menolak keras draf Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang diusulkan sejumlah Fraksi di DPR RI dengan alasan draft tersebut mengancam hilangnya fungsi agama, adat dan sosial budaya serta peran orang tua dalam mendidik anak.

Hasil monitoring dan penegakan Perda dari instansi terkait menurutnya, sering mendapatkan tindakan dan tingkah laku pengunjung objek pariwisata yang tidak sesuai dengan adat-istiadat masyarakat setempat. Ironisnya, sebagian mereka yang tertangkap di objek-objek wisata itu justru adalah mahasiswa yang diharapkan menjadi penjaga moral bangsa! Kita rutin mengawasi karena tagline kota kita adalah “Padang Kota Anti Maksiat”, tekan Mahyeldi.

 

Tiga dari Sebelas Program Unggulan yang Menuntut Kontribusi Mahasiswa

Merevitalisasi sarana dan prasarana olahraga tingkat RT RW dan membuat taman-taman sebagai pusat kreatifitas dan inovatif pemuda, adalah target Pemerintahan Kota. Jadi pemuda memang kita jadikan sebagai salah satu program unggulan kita. Oleh karena itu mahasiswa PNP diharapkan bisa berkontribusi di daerah dimana mereka bertempat tinggal untuk menghidupkan kegiatan pemuda, olah raga, kreatif, Alhamdulillah Padang sudah ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata sebagai Padang Balai Craft, kota inovasi yang mengarah pada kota pertunjukan, ungkap Walikota. Oleh karena itu ada beberapa film yang nanti shootingnya itu di Kota Padang. Padang sebagai Kota Pertunjukan adalah bagian yang kita dorong nanti. Selain itu juga ada program meningkatkan indeks kemudahan berusaha dan membangun kampung tematik, imbuhnya.

Dalam 11 program unggulan Kota Padang untuk 5 tahun ke depan, mahasiswa dan generasi muda berpeluang untuk berkontribusi di dalamnya. “Secara garis besar fokus Pemerintahan Kota Padang pada tiga bidang yaitu”;

  • (1) percepatan pembangunan pada sektor pendidikan, perdagangan dan pariwisata”, ujarnya. Program unggulan yang pertama yaitu melanjutkan betonisasi jalan, pengaspalan dan pelebaran serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir terpadu);
  • (2) meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi, budaya kerja aparatur dan pelayanan publik;
  • (3) melanjutkan pengembangan pelembagaan wirausaha ke dalam Koperasi Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang, pulau-pulau kecil wilayah timur Kota Padang;
  • (4) melanjutkan penyelenggaraan pesantren Ramadhan, kegiatan keagamaan, seni budaya dan olahraga yang berkualitas;

 

           

Kepala P3M PNP, Dr. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom sedang melakukan survey sawah tadah hujan ke Pakan Bareh, Pakandangan, Pariaman, tapi irigasinya berada 6 meter di posisi bawah, sehingga butuh pompa hidram untuk menaikkan air ke sawah tersebut.

 

 

 

 

  • (5) melanjutkan penataan angkutan umum dengan pembukaan koridor baru Trans Padang serta melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk memperlancar pergerakan orang dan barang;
  • (6) membangun 500 ruang kelas baru untuk SD dan SMP;
  • (7) merevitalisasi sarana dan prasarana olahraga tingkat RT/RW dan membuat taman per kecamatan serta membangun pusat kreatif dan inovasi pemuda atau Youth Center;
  • (8) meningkatkan dana stimulan kecamatan Rp 1 Miliar dan dana kelurahan Rp100 juta per tahun serta peningkatan operasional RT, RW, guru TPA, MDA dan imam masjid;
  • (9) meningkatkan indeks kemudahan berusaha di Padang;
  • (10) mendorong penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah;
  • (11) membangun kampung tematik dalam pengembangan ekonomi lokal masyarakat berdasarkan potensi wilayah.

Program unggulan tersebut merupakan pengejawantahan dari visi mewujudkan masyarakat kota Padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata unggulan serta berdaya saing.

 

6 Isu Strategis Pembangunan Kota Padang

Lebih lanjut Walikota Padang memaparkan 6 isu strategis pembangunan Kota Padang yang mencakup peningkatan kualitas dan daya saing SDM yang kreatif dan inovatif; optimalisasi pembangunan infrastruktur dasar & aksesibilitas wilayah; pembangunan ekonomi inklusif berbasis pertumbuhan ekonomi berkualitas, pemberdayaan masyarakat & penanggulangan kemiskinan; pelaksanaan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan; pelestarian lingkungan hidup, peduli bencana berbasis partisipasi masyarakat dan budaya daerah; dan optimalisasi pencapaian indikator tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB)/ optimalisasi pencapaian indikator SDGs.

RPJMD Kota Padang Tahun 2019-2024 adalah “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul Serta Berdaya Saing”, sedangkan RTRW Kota Padang 2010-2030 adalah “Terwujudnya Kota Padang sebagai kota metropolitan berbasis mitigasi bencana dengan didukung oleh pengembangan sektor perdagangan, jasa, industri dan pariwisata”, ujarnya.

 

 

 

Revalin Herdianto, S.T., M.Sc., Ph.D, Wakil Direktur 1 PNP, yang mewakili Direktur Surfa Yondri, S.T., S.S.T., M.Kom, dalam sambutannya menyatakan, kegiatan PKKMB bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru sekaligus mensosialisasikan proses pembelajaran yang pelaksanaannya melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, mahasiswa dan unsur-unsur lainnya yang terkait. Mahasiswa dituntut untuk mengenal dan memahami seluk-beluk kehidupan kampus, yang ilmiah, rasional, dan analitis, sistematis dan menghargai kebebasan berpendapat, kritis, jujur, dan bertanggung jawab serta menjunjungtinggi nilai-nilai moral dan akhlaku mulkarimah [berpedoman pada Alquran dan Hadis, red.].

 

 

 

Sebelum itu, sebagian dosen dengan senang hati memanfaatkan waktu libur mereka di kampus untuk menyelenggarakan paket-paket pelatihan yang diminta oleh masyarakat sekitar kampus, seperti paket las listrik, otomotif, dan instalasi listrik rumah tinggal bagi warga Kelurahan Limau Manis Selatan sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d®amlis

Foto : Naswiradianto

Berita Terkait