Andalkan Sumberdaya dan Infrastruktur Sendiri, PNP Sukses Selenggarakan Ujian Masuk Berbasis Komputer  (UMBK) Perdana

 

Padang, PNP News. Program Ujian Masuk Berbasis Komputer  Politeknik Negeri Padang (UMBK-PNP) optimis dikembangkan untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas yang dibutuhkan oleh 7 Jurusan PNP, yakni Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Sipil,  Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Akutansi, Jurusan Administrasi Niaga, Jurusan Teknologi Informatika, dan Jurusan Bahasa Inggris. PNP dinilai memenuhi standar kelayakan untuk menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) karena ketersediaan komputer dan jaringan  internetnya memadai, dan pengelola lembaga pendidikan vokasi ini pun menyatakan kesanggupan untuk penyelenggaraannya.

 

Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., Dewan Penyantun Politeknik Negeri Padang yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Bidang Pendidikan (2011-2014) memberikan apresiasi terhadap kesuksesan penyelenggaraan UMBK-PNP Perdana untuk Kelas Kerjasama PNP-PLN, yang berlangsung di Kampus Limau Manis, Padang,

 

Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., Dewan Penyantun Politeknik Negeri Padang

 

UMBK yang berlangsung 20-22 April 2019 dan diikuti oleh sekitar 1600 orang peserta tersebut juga memberlakukan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), seperti halnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).  “Soal ujiannya juga dirancang sesuai dengan kebutuhan PLN dan kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa kelas terfavorit yang menjamin lulusannya langsung kerja di PLN pasca lulus ini”, imbuh Misran Hasra, A.Md., Manager Pengembangan SDM PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Sumbar yang mendampingi Musliar.

Sehubungan dengan rencana Kemenristekdikti menggabungkan seleksi masuk perguruan tinggi negeri, baik universitas, institut, dan politeknik negeri menjadi satu kesatuan, Musliar menilainya positif. “Sebaiknya begitu supaya hemat dan calon mahasiswa bisa memilih program studi yang mereka sukai dalam satu kali ujian,  baik  jalur SNMPTN maupun SBMPTN”, terang Dewan Penyantun PNP yang juga menjabat Rektor Universitas Baiturrahmah ini.

Lebih jauh, Misran Hasra berharap, kerjasama PNP-PLN yang merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding  (MoU) Tahun Akademik 2020-2021 di Makasar  itu, tidak hanya berhenti sampai MoU dengan Program Studi Teknik Elektro saja, tapi juga dengan program studi lainnya, seperti Program Studi Akuntansi dan Program Studi Administrasi Bisnis yang ada di PNP. Alumnus  Kelas Kerjasama PLN-PNP, Program Studi Administrasi Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga angkatan 2007 ini berharap kerjasama serupa kembali terjalin.

UMBK PLN TA 2019/2020 yang diikuti oleh sekitar 1652 orang peserta dari berbagai provinsi tersebut menurut Musliar berjalan baik dan diharapkan mampu menjaring calon karyawan yang berkualitas dalam memajukan PT PLN Persero.UMBK PLN TA 2019/2020 yang diikuti oleh sekitar 1652 orang peserta dari berbagai provinsi tersebut menurut Musliar berjalan baik dan diharapkan mampu menjaring calon karyawan yang berkualitas dalam memajukan PT PLN Persero.

Selain peserta Sumbar yang mencapai 1442 orang, Riau tercatat sebagai peserta ujian luar provinsi terbanyak (106 orang), menyusul Jambi (32), Sumatera Utara (22), Sumatera Selatan (14), Kepulauan Riau (13), Sulawesi Barat (10), Bengkulu (7), Aceh (1), Banten (1), Jakarta (1), Jawa Barat (1), Lampung (1), dan Sulawesi Utara (1).

Di sisi lain, UMBK Kelas Kerjasama PNP-PLN diselenggarakan dalam rangka menjaring dan membina tenaga-tenaga teknik terbaik untuk memenuhi kebutuhan karyawan yang berkualitas di PT PLN Persero dan mendukung Program Penyiapan Listrik Indonesia 35.000 Mega Watt yang sangat rentan dimasuki tenaga kerja asing. Oleh karena itu, PLN membuka rekrutmen Program D-3, Kerjasama dengan 17 Perguruan Tinggi di 15 kota di Indonesia.  Ketujuh belas perguruan tinggi tersebut adalah  Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Ambon, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Kupang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Sekolah Tinggi Teknik PLN, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.

 

Misran Hasra

 

Direktur PNP, Surfa Yondri, ST., SST., M.Kom.  menilai, secara umum UMBK memiliki beberapa kelebihan, seperti lebih menghemat anggaran pencetakan dan distribusi soal ujian yang lumayan besar, mengantisipasi keterlambatan soal sampai ke peserta ujian, mengantisipasi kecurangan saat ujian, mengurangi kerepotan peserta ujian untuk membuat bulatan sempurna dengan pensil B2, seperti ujian konvensional, dan hasil ujian bisa diketahui dengan cepat.

Namun kelemahannya juga terdapat pada jumlah komputer yang belum memadai, jaringan internet yang belum merata, pelaksanaan ujian yang tak bisa diselenggarakan serempak, tapi harus beda hari dan beda sesi, seperti UMBK Perdana Kelas Kerjasama PLN, kelancaran aliran listrik, dan ketimpangan infrastruktur penunjang UMBK dan UTBK.

Kerjasama dengan lembaga lain dalam penyelenggaraan UMBK dan UTBK ini  juga dinilai Yondri sangat bermanfaat  untuk mengedukasi masyarakat terhadap keberadaan PNP. Ke depan, Politeknik atau PNP diharapkan bukan lagi pilihan kedua, namun menjadi perguruan tinggi vokasi pilihan pertama untuk menghasilkan lulusan terampil dan kompeten serta siap pakai. Upaya ke arah itu sudah dirintis dengan membekali lulusan dengan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan PNP bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sama dengan tahun lalu, PNP tahun ini menargetkan penerbitan 900 sertifikat untuk lulusannya.

 

Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. bersama Direktur PNP, Surfa Yondri, ST., SST., M.Kom meninjau lokasi ujian labor TI

 

 

UMBK: Motivasi Peningkatan  Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

Koordinator Tim Khusus Pendesain UMBK dan UTBK PNP,  Ir. Hanriyawan Adnan Mooduto, M.Kom,

 

Koordinator Tim Khusus Pendesain UMBK dan UTBK PNP,  Ir. Hanriyawan Adnan Mooduto, M.Kom, CCNA menyatakan, UMBK yang disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UMBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini diberlakukan di PNP.

Penyelenggaraan UMBK pertama ini dilakukan secara daring (online) dan terbatas di Kampus PNP saja. Hasil penyelenggaraan UMBK ini dinilainya cukup menggembirakan dan diharapkan semakin memotivasi calon mahasiswa untuk meningkatkan literasi terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Rintisan  UMBK PNP ini selanjutnya secara bertahap akan diberlakukan untuk proses penerimaan mahasiswa baru PNP dengan sistem UTBK, selanjutnya juga dapat diterapkan dalam ujian semester di PNP.  Di samping itu, kepemilikan infrastruktur UMBK dan UTBK memungkinkan PNP bekerjasama dengan instansi lain yang membutuhkan, seperti peminjaman 4 labor untuk Universitas Andalas dalam kegiatan UTBK-SBMPTN awal April ini.

Sistim UMBK Politeknik Negeri Padang terpusat pada satu server. Peserta mengakses dari 16 labor komputer berbagai jurusan  yang tersedia di Politeknik Negeri Padang, lansung mengakses ke server UMBK PNP yang berada di UPT Komputer PNP.

Mooduto, sang desainer UMBK-PNP menamatkan S-1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (1991) dan melanjutkan Master Komputer ke Universitas Putra Indonesia YPTK Padang (2007). Mata  kuliah yang diampunya adalah Pengantar Jaringan Komputer, Praktik Jaringan Komputer, Praktek Basis Data, Administrasi Jaringan, Pengantar Wireless, Pengantar Administrasi Sistem, Teknologi Jaringan, Keamanan Data dan Informasi, Dasar Pemrograman, Jaringan Komunikasi Data, Sistem Operasi, Maintenance and Repaired, Labor PLC, Mikro Kontroler Interface, Sistem Kendali Berbasis Komputer, dan Pemograman Komputer.

 

(d®amlis)

Berita Terkait