PNP Kirim 5 Orang Mahasiswa Untuk Summer Camp

———–

Sebelum Ambil Bagian Dalam Program 3+2+1.5 YunTech, Taiwan

 

PNP NEWS. Politeknik Negeri Padang (PNP) dipastikan akan mengirim setidaknya 5 orang mahasiswa untuk program Summer Camp yang dituanrumahi National Yunlin University of Science & Technology (YunTech), 21-30 Juli 2019. Selanjutnya, PNP juga mempersiapkan mahasiswa dan alumninya untuk ambil bagian dalam Program 3+2+1.5 sebelum melanjutkan ke  program pertukaran dosen dan kerjasama penelitian.

 

Demikian keputusan yang mengapung dalam pembicaraan akademis dua negara, Indonesia dan Taiwan di Aula Pertemuan Gedung Pustaka, Lantai 2, Jumat, 3 Mei 2019. Acara tersebut dihadiri oleh Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D selaku Wakil Direktur 1 PNP, Alhapen Ruslin Chandra, SE.,MT.,M.Com., Kepala Kantor Urusan Internasional, Stanley (Shi-Chang) Tseng, Ph.D, Dekan Profesor Urusan Internasional, Departemen Teknik Mesin, Qiu, Qiong-Hua (Carol), Kantor Divisi Pertukaran Internasional dan Kolaborasi Spesialis Senior Urusan Internasional dari YunTech, para  ketua jurusan dan dosen PNP.

 

Pembicaraan akademis dua negara, Indonesia dan Taiwan di Aula Pertemuan Gedung Pustaka, Lantai 2

 

Menurut Revalin Herdianto, secara umum, PNP akan berkolaborasi dengan YunTech dalam program Double Degree, Industry Academic Collaboration, Staff Development, Joint Seminar, Joint Research, Students Mobility. Summer Camp adalah aktifitas perdana yang dilakukan pada tahun ini, imbuh Alhapen Ruslin Chandra.

Dalam kesempatan pertama, Prof. Stanley (Shi-Chang) memaparkan  profil Yuntech serta bentuk-bentuk kerjasama internasional yang telah mereka jalankan dengan beberapa negara. Kerjasama ini  bertujuan untuk memperluas jaringan pengembangan ilmu pengetahun baik hard skill maupun soft skill bagi mahasiswa dan dosen di kedua perguruan tinggi.

 

Acara dihadiri oleh Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D selaku Wakil Direktur 1 PNP, Alhapen Ruslin Chandra, SE.,MT.,M.Com., Kepala Kantor Urusan Internasional, Stanley (Shi-Chang) Tseng, Ph.D, Dekan Profesor Urusan Internasional, Departemen Teknik Mesin, Qiu, Qiong-Hua (Carol), Kantor Divisi Pertukaran Internasional dan Kolaborasi Spesialis Senior Urusan Internasional dari YunTech, para  ketua jurusan dan dosen PNP.

 

YunTech adalah universitas teknologi unggulan dengan empat perguruan tinggi: Sekolah Tinggi Teknik, Sekolah Tinggi Manajemen, Sekolah Tinggi Desain, dan Sekolah Tinggi Ilmu Humaniora dan Ilmu Terapan. Keempat perguruan tinggi ini memiliki 20 program sarjana, 26 magister dan 12 doktoral. Populasi mahasiswanya sekitar 10.000, 65 persen di antaranya adalah mahasiswa S-1 dan 35 persen S-2. Lebih dari 87 persen dosennya memiliki gelar doktor dan 95 persen telah mencapai posisi asisten profesor. Lebih dari 62 persen dosen dari fakultas memiliki pengalaman yang signifikan di sektor industri dan 50 persen menerima gelar doktor mereka dari universitas terkenal di Eropa, Amerika Serikat dan negara lainnya.

 

 

Serah terima cendera mata dari PNP

 

Program 3+2+1.5

Di sisi lain, khusus untuk program Program 3+2+1.5, ada suntikan dana dari Dikti Rp. 25.000.000 per mahasiswa per semester untuk dua orang per Politeknik. Namun  jika peminat melampaui taget dan bersedia membayar, akan kita bicarakan lagi dengan YunTech”, demikian Revalin.

Prof. Stanley, alumnus Univ of Wisconsin-Madison ini menawarkan Joint Degree untuk mahasiswa lulusan  D-3 dan D-4 PNP. Mereka  diberi kesempatan untuk menyambung sekolah selama 2 tahun untuk mendapatkan Bachelor Degree, selanjutnya kuliah lagi 1,5 tahun untuk mendapatkan Master Degree. Artinya, Mahasiswa program D-4 PNP juga bisa melanjutkan program Master atau Doktor  (Ph.D) ke sana.

Untuk Politeknik se-Indonesia, YunTech memberikan kuota 30 orang. Jika  17 Politeknik memanfaatkan program ini, mereka akan ditempatkan dalam kelas khusus, jika kurang, kemungkinan besar digabung dengan kelas reguler.

 

Prof. Stanley dipandu Alhapen menjelaskan biaya masing-masing program di YunTech, seperti ditampilkan slide presentasi

 

Yuntech sudah punya akreditasi seperti yang dipersyaratkan Dikti dan mengenai programnya secara umum juga sesuai dengan PNP. SPP diskon 20% (Rp. 20.000.000 per semester), jika kinerja bagus,  10 mahasiswa akan mendapatkan full scholarship (SPP gratis). Biaya kuliah untuk Jurusan Bisnis diperkirakan lebih murah daripada jurusan eksakta, seperti terlihat pada gambar, demikian Stanley.

Yuntech berada tidak di kota besar  biaya hidup tidak semahal Taipeh, ibukota karena posisinya 3 jam dari Taipeh, Sementara ke ujung Taiwan memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jika menggunakan keretapi reguler butuh waktu 3 jam, sementara dengan keretapi cepat 1,5 jam. Asrama juga tersedia untuk 4 orang sekamar. Khusus untuk mahasiswa muslim,  bisa masak sendiri di asrama jika menginginkan konsumsi halal. Asramanya terletak di dalam kampus, jelas Stanley

 

 

 

Program  Summer Camp

“Khusus untuk Summer Camp, Sebetulnya, masing-masing Politeknik dibatasi pengiriman 5 orang saja, namun jika banyak peminat kemungkinan besar PNP akan mengadakan penyaringan, terutama dari segi kemampuan bahasa Inggris dan IPK, untuk mekanismenya”, Alhapen merinci.

 

 

 

Waktu yang terpakai untuk Summer Camp sebetulnya 21-30 Juli 2019 (10 hari) dengan tanggal kedatangan: 20-31 Juli 2019 bertempat di Yuntech, Taiwan  Tengah.Selama program, peserta akan diberi kursus budaya Mandarin dan budaya Taiwan, kunjungan industri, dan wisata Taiwan. YunTech membatasi 5 orang saja dari perguruan tinggi  mitranya yang menggunakan E-Visa itu. Selain menyediakan konsumsi dan akomodasi,  Panitia akan menjemput dan mengantar peserta ke bandara, jelas Carol.

 

d®amlis

Berita Terkait